Tiramisu Coffee


Benci Untuk Mencinta terdengar jelas di telingaku saat Naif yang merupakan grup band tahun 2000-an itu menyanyikannya, tentunya yang sudah mereka rekam untuk setelah itu menjadi sebuah mp3 di laptopku yang aku unduh secara gratis tapi harus punya uang untuk beli kuota. Aku sedang berada di kantor Java Wisata, tempat aku bekerja selama 2 bulan ini. Tiba – tiba aku menemukan sebuah tulisan, tulisanku tahun lalu di bulan Ramadhan yang sepertinya aku buat dini hari. Hebat bukan aku masih ingat? ya karena disitu tertulis jamnya jadi aku tau. Aku rasa aku harus memposting tulisan itu disini. Biar apa? Biar aku ingat kalau aku pernah menulis itu dan aku posting disini ! Oke, aku posting ya? Mau baca ga? Engga juga ga apa – apa, masih ada aku yang mau membacanya.

Java WisataIni adalah meja kerjaku di kantor
Ini Bandung 12:54 AM terbuat dari malam yang akan pagi , sedikit dingin karena habis disiram hujan gerimis, padahal ini sudah bulan Juni dan bulan ramadhan.  Aku belum ngantuk oleh sebab perutku yang panas gara-gara buka puasa tadi makan kolak pisang, tapi diteruskan dengan batagor kuah gerlong (baca : Geger kalong) yang dibelikan oleh adikku tadi pukul 5 sore entah lewat berapa menit. Aku lupa makan nasi, malah pergi minum kopi tiramisu 2gelas,diteraktir sih sama temenku jadi enak, jadi kenyang,  jadi ngga nafsu makan, jadi  perutku panas, jadi ngga bisa tidur, jadi aja nulis ini. Eh? Apa jangan – jangan gara-gara aku minta teraktir temanku, perutku jadi panas? Karena sebenarnya dia terpaksa harus beliin aku kopi? Ah iya benar, dia harus tanggung  jawab! Eh tapi ngga apa-apa deh dia udah baik terpaksa beliin aku kopi, masa mau dimintain tanggung  jawab juga? Nanti uangnya habis, kasihan! Oh iya nanti aku mau  jadi mahasiswa , mahasiswa Polban, Insya Allah. Nanti mau masuk jurusan UPW. Biar bias jalan-jalan ,mau ngga mau, punya uang ngga punya uang. Nanti  aku pergi ke luar kota, ke luar pulau, ke luar Indonesia, keluar angkasa, keluar kamar deh pengen pipis, terus masuk kamar lagi tapi ngantuk, kayaknya harus tidur daripada mikirin harusn ngapain. Iya harus tidur soalnya nanti harus bangun karena sahur, terus sholat subuh terus tidur lagi sampai siang. Dadah !
Itu tulisanku di bulan ramadhan tahun lalu, tapi pada kenyataannya tulisan itu tidak sesuai. Iya, aku sampai sekarang belum jadi mahasiswa, dikarenakan aku gagal masuk SMB di Polban tahun kemarin. Untuk itu aku memutuskan bekerja disini dan diterima, di tempat dimana aku mendapatkan kenyamanan saat bekerja, di tempat aku merasa jadi diriku sendiri, di tempat dimana aku bisa pergi bekerja hanya dengan memakai kaos, di tempat dimana tak menuntutku harus memakai make up serta high heels yang jika aku pakai aku pasti tidak bisa berjalan, di tempat dimana kudapati Bos-ku yang bijaksana yang mempunyai istri ramah dan baik serta kedua anaknya yang lucu! Ditempat dimana bisa membawaku ke tempat – tempat baru, di tempat dimana aku bisa mendapatkan ilmu – ilmu mahal yang belum pernah aku tau sebelumnya, di tempat dimana aku bisa dapat uang untuk aku habiskan. Ah Terimakasih kepada-Nya yang menciptakan semua ini. Terimakasih atas kebahagiaan, kesedihan, kemudahan, kesulitan yang kau berikan, aku harus merasakan semua itu untuk bisa menjadi manusia yang sempurna. Terimakasih untuk-Nya yang masih mengizinkanku berada di bumi, untuk itu aku harus tetap baik – baik saja bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.


  *Tulisan ini merupakan republish dari blog lama saya www.yuslianaputri.blog.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Sendu

Hadiah Yang Bukan Hadiah

Malam Yang Terlalu Malam dan Pagi Yang Terlalu Pagi