Kemarau di Pertengahan Bulan September

Sumber Foto : sonofmountmalang.wordpress.com

Angin kemarau di pertengahan bulan September ini menjadikan Saya untuk diam di suatu tempat di kota Bandung, tempat dimana Saya memesan kopi serta serabi. Cuaca yang panas serta debu, memaksa untuk Saya tidak keluar disini. Sedari tadi Saya hanya duduk sendiri dengan 1 bangku kosong dihadapan. Rasanya seperti sedang berlibur, hanya menikmati kesendirian dengan tenang walaupun sebenarnya tempat ini juga penuh dengan manusia - manusia lain yang sama sedang memesan kopi. Saya memang lebih senang dengan kesendirian dibanding harus berkumpul dengan banyak teman, sedikit kurang nyaman mungkin.

Jemariku tak henti menyentuh satu demi satu huruf di keyboard laptop, yang jika kamu lihat ini akan menjadi rangkaian kata - kata yang mungkin ini salah satu termasuknya. Sesekali aku seruput kopi yang sudah baik hati dituangkan oleh pelayan. Hari itu aku bak Raja, saat aku menginginkan Serabi aku hanya tinggal mengacungkan tanganku untuk memanggil seorang pelayan, tinggal kupilih dan aku tunjuk apa yang aku inginkan, dan dengan sigap pelayan itu memenuhi keinginanku. Tentunya setelahnya aku harus membayar atas perlakuanku tadi. Setidaknya aku tidak menjadikan kalimat " Pembeli adalah Raja" sia - sia berada di bumi setelah aku melakukan itu.

Sesekali memang perlu aku lakukan kegiatan seperti ini, mengingat setiap hari aku harus menghabiskan waktuku di kantor Java Wisata tempat aku menghasilkan uang. 

Aku menoleh ke arah jendela di mana aku duduk , ada seorang pemulung sedang memunguti botol - botol bekas dipinggiran jalan yang dibuang oleh orang - orang yang tidak bisa membedakan mana tempat sampah dan mana jalanan. Aku pikir pemulung itu tidak pernah mencita - citakan bahkan menginginkan  dirinya untuk jadi pemulung. Dia pasti menginginkan dirinya hanya duduk dibelakang meja dengan kaki yang di tumpang serta tangan yang tak henti menghitung rupiah. Tapi aku pikir itu lebih baik daripada orang - orang yang hanya membayangkan itu, dan hanya bisa mengeluh atas pekerjaan yang ia dapat.

Sumber Foto : theatlantic.com

Dan aku pikir tidak ada pekerjaan yang tanpa susah apalagi enak, sekalipun seseorang berada di jabatan tertinggi pun aku yakin untuk mencapai itu dia membutuhkan perjuangan juga pengorbanan yang harus dia lakukan. Pada hakikatnya semua pekerjaan sulit/mudah enak/tidak semua tergantung pada diri kita. Semua pekerjaan akan terasa mudah dan enak saat kita menikmati dan ikhlas menjalaninya serta bersyukur atas apa yang didapatkannya. Dan sebaliknya semua pekerjaan akan terasa sulit dan tidak enak saat kita hanya bisa mengeluh. Just it!! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Sendu

Hadiah Yang Bukan Hadiah

Malam Yang Terlalu Malam dan Pagi Yang Terlalu Pagi