Bandung Akhir Tahun 2009

Bandung - lagi dan lagi saya membicarakan tentang Kota Kembang ini, Bandung bagiku bukan hanya sekedar rumah untuk pulang, kalau kata "Pidi Baiq" mah " Bandung bukan hanya sekedar urusan wilayah, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan" perasaan rindu saat pergi, perasaan nyaman saat tinggal, perasaan sedih saat melihat Bandung berantakan, perasaan kagum dengan keindahan alam dan wisata Bandung, perasaan kesal setiap weekend harus menghadapi kemacetan saat pulang bekerja. Namun, itu semua seolah menjadikan Bandung kota terbaik bagiku.

Sumber Foto : infobdg

Waktu itu merupakan hari minggu bagi saya, entah bagi orang lain, yang jelas di handphone ku bertuliskan Sunday dan itu artinya sekarang memang hari minggu. Sore itu saya sedang bersantai, karena setiap hari saya harus Sekolah ( iya waktu itu aku memang masih sekolah ) jadi aku memilih menghabiskan waktuku untuk bersantai dan tidak mandi. Tiba- tiba sodaraku datang mengacaukan hari liburku, dia mengajakku untuk pergi jalan - jalan sore.

"Hayu ah urang caw!" teriaknya sambil menendang kakiku yang waktu itu sedang merebahkan diri di karpet.
"Kamana atuh? hoream can mandi." jawabku tanpa harus marah karena sudah dia tendang.
"Kamanawelah, mumpung aya motor,urang popotoan!"
"Kalem,ganti baju heula."

Tanpa harus mandi, aku bangun dan pergi mengganti baju, sore itu jam menunjukan pukul 4sore pokonya itu sekitar 30menit setelah adzan ashar, aku lupa tepatnya tanggal berapa, yang jelas itu di akhir tahun 2009. Setelah bersiap aku berpamitan ke orang tuaku yang saat itu ada di ruko untuk main, meskipun ibuku mengomel aku tetap pergi dan mengabaikannya. Itulah Ibuku, dari dulu sampai sekarang hobbynya tak pernah berubah dia tetap konsisten dengan hobby "mengomelnya".

Matahari yang hampir terbenam menemani kami menelusuri JL.Sersan Bajuri kala itu, kami tidak tau akan kemana pergi, yang jelas saat itu kami mencari tempat yang tidak melewati jalan raya karena takut polisi. 15menit kami mengendarai motor, saya meminggirkan motor di Jl. Sersan bajuri Km 3,8 saya tertarik melihat patung - patung gajah besar disana.

" Rek popotoan? hayu ah urang kadieu alus loba gajah." tanyaku sambil menengok ke belakang, memastikan sodaraku masih ada duduk di belakangku.
" Hayu ah alus jigana, sok asup we."

Tanpa menjawab lagi aku langsung menggas motor masuk kedalam komplek itu. Awalnya aku pikir itu komplek yang akan dibuat untuk perumahan, karena pada saat itu tempatnya mirip dengan Komplek Pondok Indah, namunbhanya sedikit bangunan rumah berada disana. Ternyata tempat ini sekarang menjadi tempat Wisata Kampung Gajah yang resmi dibuka pada tahun 2010.  Jadi sebelum tempat wisata ini terkenal saya sudah lebih dulu di foto dengan gajah disini hehehe.

Sebagai buktinya ini saya sisipkan foto saya di kampung gajah saat itu, dulu saya bisa naik kesini. Fotonya agak sedikit pecah karena diperbesar dan dulu belum punya smartphone, foto ini saya dapat di akun facebook saya yang di upload pada tanggal 26 Desember 2009.

http://www.java-wisata.com/paket-wisata-kampung-gajah/
 Desember 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Sendu

Hadiah Yang Bukan Hadiah

Malam Yang Terlalu Malam dan Pagi Yang Terlalu Pagi